Liputan6.com, Jimbaran: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penanganan kemiskinan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan secara sistematis, terencana dan berkelanjutan. "Seperti kita ketahui bersama, memerangi kemiskinan memerlukan langkah sistematis, berkelanjutan dan kebijakan yang terkoordinasi serta didukung sumber daya yang memadai," kata Presiden saat membuka pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh Alliance for Financial Inclusion yang berlangsung di Jimbaran, Bali, Senin (27/9).
Kepala Negara menjelaskan, penanggulangan masalah kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu program utama pemerintah dan sejauh ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berkurang dari 16,7 persen pada 2004 dari total penduduk menjadi 14,1 persen pada 2009. Meski krisis berlangsung, kita bisa mengurangi jumlah warga miskin menjadi 13.3 persen pada Maret 2010," katanya.
Menurut Presiden, upaya untuk mengurangi angka kemiskinan akan semakin berhasil apabila semua pihak memberikan dukungan termasuk kerjasama secara global. "Penanganan krisis finansial global penting bagi upaya-upaya melawan kemiskinan. Menurut Bank Dunia terdapat 1,4 miliar manusia yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari 1,25 dolar per hari," katanya.
Oleh karena itu menurut Kepala Negara inisiatif G-20 sangat penting karena kelompok G-20 saat ini merepresentasikan kekuatan ekonomi internasional saat ini. G-20, kata Presiden menawarkan kerjasama dan penyelesaian masalah perekonomian dengan struktur yang lebih adil dan transparan bagi semua negara.
AFI Global Policy 2010 merupakan pertemuan tahunan ke-2 yang dihadiri oleh anggota Alliance for Financial dan strategic partners. AFI merupakan suatu jaringan global dari para policy makers di negara-negara berkembang yang menyediakan perangkat dan sumber daya untuk berbagi, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan para anggotanya tentang kebijakan di bidang financial inclusion.(Ant/AYB)
Kepala Negara menjelaskan, penanggulangan masalah kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu program utama pemerintah dan sejauh ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berkurang dari 16,7 persen pada 2004 dari total penduduk menjadi 14,1 persen pada 2009. Meski krisis berlangsung, kita bisa mengurangi jumlah warga miskin menjadi 13.3 persen pada Maret 2010," katanya.
Menurut Presiden, upaya untuk mengurangi angka kemiskinan akan semakin berhasil apabila semua pihak memberikan dukungan termasuk kerjasama secara global. "Penanganan krisis finansial global penting bagi upaya-upaya melawan kemiskinan. Menurut Bank Dunia terdapat 1,4 miliar manusia yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari 1,25 dolar per hari," katanya.
Oleh karena itu menurut Kepala Negara inisiatif G-20 sangat penting karena kelompok G-20 saat ini merepresentasikan kekuatan ekonomi internasional saat ini. G-20, kata Presiden menawarkan kerjasama dan penyelesaian masalah perekonomian dengan struktur yang lebih adil dan transparan bagi semua negara.
AFI Global Policy 2010 merupakan pertemuan tahunan ke-2 yang dihadiri oleh anggota Alliance for Financial dan strategic partners. AFI merupakan suatu jaringan global dari para policy makers di negara-negara berkembang yang menyediakan perangkat dan sumber daya untuk berbagi, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan para anggotanya tentang kebijakan di bidang financial inclusion.(Ant/AYB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar