Minggu, 26 September 2010

plan

Presiden: Penanganan Kemiskinan Harus Terencana

Liputan6.com, Jimbaran: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan penanganan kemiskinan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat harus dilakukan secara sistematis, terencana dan berkelanjutan. "Seperti kita ketahui bersama, memerangi kemiskinan memerlukan langkah sistematis, berkelanjutan dan kebijakan yang terkoordinasi serta didukung sumber daya yang memadai," kata Presiden saat membuka pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh Alliance for Financial Inclusion yang berlangsung di Jimbaran, Bali, Senin (27/9).
Kepala Negara menjelaskan, penanggulangan masalah kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu program utama pemerintah dan sejauh ini mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Jumlah penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berkurang dari 16,7 persen pada 2004 dari total penduduk menjadi 14,1 persen pada 2009. Meski krisis berlangsung, kita bisa mengurangi jumlah warga miskin menjadi 13.3 persen pada Maret 2010," katanya.
Menurut Presiden, upaya untuk mengurangi angka kemiskinan akan semakin berhasil apabila semua pihak memberikan dukungan termasuk kerjasama secara global. "Penanganan krisis finansial global penting bagi upaya-upaya melawan kemiskinan. Menurut Bank Dunia terdapat 1,4 miliar manusia yang masih hidup dengan pendapatan kurang dari 1,25 dolar per hari," katanya.
Oleh karena itu menurut Kepala Negara inisiatif G-20 sangat penting karena kelompok G-20 saat ini merepresentasikan kekuatan ekonomi internasional saat ini. G-20, kata Presiden menawarkan kerjasama dan penyelesaian masalah perekonomian dengan struktur yang lebih adil dan transparan bagi semua negara.
AFI Global Policy 2010 merupakan pertemuan tahunan ke-2 yang dihadiri oleh anggota Alliance for Financial dan strategic partners. AFI merupakan suatu jaringan global dari para policy makers di negara-negara berkembang yang menyediakan perangkat dan sumber daya untuk berbagi, mengembangkan dan menerapkan pengetahuan para anggotanya tentang kebijakan di bidang financial inclusion.(Ant/AYB)

trendz

Melly Goeslaw: Lady Gaga Ikutin Gaya Saya!

Kalau boleh ditanya, siapa yang lebih dulu muncul di dunia entertainment. Melly Goeslaw atau Lady Gaga? Lewat Potret, Melly sudah memiliki gaya berpakaian yang unik.

Beri rating item ini (5)
Johan Sompotan, okeZone News - Ming Sep 26, 2010 13:09 WIT
                    Melly Goeslaw. (Foto: Koran SI)
Melly Goeslaw. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Kalau boleh ditanya, siapa yang lebih dulu muncul di dunia entertainment. Melly Goeslaw atau Lady Gaga ? Lewat Potret, Melly sudah memiliki gaya berpakaian yang unik.
Nah, tidak salah jika Melly gerah karena selalu disamakan dengan Lady Gaga . Penyanyi asal Amerika Serikt kelahiran 1986 ini baru mengeluarkan album perdananya 'The Fame' tahun 2008.
"Itu mah Lady Gaga yang mengikuti gaya saya. Saya lebih dulu bergaya seperti itu, baru Lady Gaga ," ujar Melly ditemui di Simprug, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meskipun sama-sama mempunyai ciri khas tersendiri dalam berpenampilan, akan tetapi pentolan grup musik Potret ini tidak menampik kalau dirinya pun sangat menyukai Lady Gaga .
"Membanggakan lah, yah membanggakan, membanggakan enggak. Yah, tapi memang unik dia ( Lady Gaga ). Jadi sama-sama, saya suka yang unik juga," paparnya.
Lanjutnya lagi, pelantun lagu Bunda ini mengaku jika gayanya yang unik ini akibat terinspirasi dari Bjork serta Tory Amos.
"Dulu tuh aku senang sekali menyontek gayanya Bjork sama Tory Amos, karena Bjork kan bentuk_bentuk badannya juga bunder, terus style pakaiannya cocok. Tapi kalau saya pakaiannya saya desain sendiri," tukasnya.

ujian

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG>>Ledakan kasus AIDS di Indonesia perlu penanganan serta penanggulangan lebih serius dari berbagi pihak."Terjadinya ledakan kasus AIDS di seluruh kota/kabupaten di Indonesia saat ini perlu ditangani lebih serius lagi," kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, di Padang, Rabu.
Menurut dia, saat ini sebanyak 21.770 kasus AIDS terjadi di seluruh kota/kabupaten Indonesia. Kasus tersebut merupakan ancaman yang sangat serius."Kasus AIDS yang terjadi di seluruh kota/Kabupaten di Indonesia sebanyak itu dihitung hingga 30 Juni 2010," katanya.
Dia menambahkan, rata-rata penderita kasus AIDS tersebut berusia 20 tahun hingga 29 tahun mencapai 37,2 persen."Sedangkan penderita AIDS yang berusia 40 hingga 49 tahun hanya mencapai 11,8 persen saja,"katanya.
Dia mengatakan, dari kasus AIDS tersebut, jumlah perbandingan penderita AIDS laki-laki dan perempuan sebesar tiga berbanding satu."Saat ini sudah ada pergeseran pola penyebaran AIDS, penyebaran terbesar terjadi lewat hubungan seks, bukan lagi jarum suntik," katanya.
Menurutnya, jumlah penderita AIDS dari seluruh Indonesia yang terbanyak di Provinsi Papua diikuti daerah Bali, kemudian DKI Jakarta."Sedangkan penderita HIV yang dominan yakni DKI Jakarta mencapai 9.804, Jawa Timur mencapai 5.973,"katanya.
Dia menambahkan, penyadaran dan pendampingan terhadap penderita HIV/AIDS perlu terus ditingkatkan, agar jumlah mereka dapat diminimalkan."Minimal kita dapat memberikan konseling dan bimbingan terhadap mereka tentang pentingnya kesadaran untuk mau berobat secara teratur, dan menyebarkan hal itu kepada penderita lainnya," katanya

Jumat, 24 September 2010

perasaan

asalmmmmmmmmmmmmmm
berjalan  melewati detk jantung yang tak tergoyahkan apabila semua lini yang kita perjuangkan tanpa pengaturan dan perencanaan dahulu yang lebih matang karena kebanyakan kita selalu mengharapak instan penghasilan tanpa mau berfikir bahwa rezeki maut dan jodoh ada ditangan Yang Maha Kuasa, bukan begitu sob,utuhnya kita hanya bisa berusaha dan berdoa semampu yang kita bisa untuk menghasilkan menciptakan karya terbaik terbagus dari yang kita bisa capai,

Rabu, 22 September 2010

future cild

50 Tahun Mendatang Anak Kita…

E-mail Print PDF
50 tahun yang akan datang, anak-anak kita mungkin sedang mengendalikan dunia dan memenuhi hatinya dengan zikir kepada Allah

50 tahun yang akan datang…


Artiga Photo/CorbisMungkin kita sudah mati dan jasad kita dikubur entah dimana; atau sedang tua renta sehingga harus berpegangan tongkat untuk berjalan; atau sedang menjemput syahid di jalan Allah di hari yang sama dengan hari ketika kita bertemu sekarang dan jam yang sama dengan jam saat kita berbincang; atau kita sedang menunggu kematian datang dengan kebaikan yang besar dan bukan keburukan. Allahumma amin…

50 tahun yang akan datang…


Anak-anak kita mungkin sudah tersebar di seluruh dunia. Saat itu, mungkin ada yang sedang menggugah inspirasi umat Islam seluruh dunia, berbicara dari Mesir hingga Amerika, dari Al-Makkah al-Mukarramah hingga Barcelona . Ia menggerakkan hati dan melakukan proyek-proyek kebaikan sehingga kota-kota yang pernah terang benderang di zaman keemasan Islam, dari Gibraltar hingga Madrid, dari Istambul hingga Shenzhen, kembali dipenuhi gemuruh takbir saat penghujung malam datang. Sementara siangnya mereka seperti singa kelaparan yang bekerja keras menggenggam dunia. Mereka membasahi tubuhnya dengan keringat karena kerasnya bekerja meski segala fasilitas dunia telah ada, sementara di malam hari mereka membasahi wajah dan hatinya dengan airmata karena besarnya rasa takut pada Allah Ta’ala. Rasa takut yang bersumber dari cinta dan taat kepada-Nya.

Ya, mereka gigih merebut dunia bukan karena gila harta dan takut mati, tetapi karena ingin menjadikan setiap detik kehidupannya untuk menolong agama Allah ‘Azza wa Jalla dengan mengambil fardhu kifayah yang belum banyak tertangani. Gigih bekerja karena mengharap setiap tetes keringatnya dapat menjadi pembuka jalan ke surga.

Kelak (izinkan saya bermimpi) anak-anak kita bertebaran di muka bumi. Meninggikan kalimat Allah, menyeru kepada kebenaran dengan cara yang baik¸ saling mengingatkan untuk menjauhi kemunkaran, dan mengimani Allah dengan benar. Tangannya mengendalikan kehidupan, tetapi hatinya merindukan kematian. Bukan karena jenuh dan berputus asa terhadap dunia, tetapi karena kuatnya keinginan untuk pulang ke kampung akhirat dan mengharap pertemuan dengan Allah dan rasul-Nya.

Mereka inilah anak-anak yang hidup jiwanya. Bukan sekadar cerdas otaknya. Kuat imannya, kuat ibadahnya, kuat ilmunya, kuat himmah-nya, kuat ikhtiarnya, kuat pula sujudnya. Dan itu semua tak akan pernah terwujud jika kita tidak mempersiapkannya, hari ini!

50 tahun yang akan datang…

Anak-anak kita mungkin sedang mengendalikan dunia dan memenuhi hatinya dengan zikir kepada Allah. Mereka mungkin sedang mengendalikan jaringan bisnis besar, supermarket–hypermarket hingga perusahaan-perusahaan manufaktur berteknologi tinggi di seluruh dunia.

Sebagian lainnya mungkin sedang memimpin ma’had putri yang setiap alumninya menjadi penentu sejarah dunia. Bukankah al-ummuh madrasah al-ula (ibu adalah madrasah pertama) yang membentuk karakter dan cara berpikir satu generasi di belakangnya? Maka mempersiapkan visi dan kecakapan seorang ibu sama pentingnya dengan mempersiapkan peradaban umat ini lima tahun ke depan. Membiarkan anak-anak perempuan menyibukkan diri dengan hasrat untuk memperoleh perhatian lawan jenis, seperti mengizinkan masa depan agama dan umat ini hancur.

Anak-anak itu harus dibekali agar kelak mampu menjadi perempuan untuk agama ini; yang setiap tutur katanya akan meninggikan kalimat Allah. Sementara rahimnya, tidaklah akan tumbuh benih di dalamnya kecuali generasi yang sejak awal pertemuan sudah bertabur kalimat suci. Bukankah kepribadian itu terbentuk sejak benih bapak-ibunya bertemu? Bagaimana kedua orangtua mereka mempertemukan benih, sangat mempengaruhi bagaimana benih itu kelak akan tumbuh dan berkembang.

Persiapkan pula anak laki-laki kita agar menjadi pemberani bagi agama ini. Mereka menghiasi hidupnya dengan tangis di malam hari, dan usaha yang gigih di siang hari. Mereka mampu menegakkan kepala dengan ‘izzah (harga diri) yang tinggi di hadapan manusia karena kehormatannya, kemuliaannya, keimanannya, dan kekuatannya. Tetapi terhadap istrinya, sikapnya lembut penuh cinta. Bukankah untuk melahirkan anak-anak yang hebat dan shalih, pintu pertamanya adalah mencintai ibu mereka dengan sepenuh hati?

Ketulusan cinta mampu menggerakkan hati para bunda untuk tak henti-hentinya memberi perhatian. Ia tetap mampu tersenyum di saat anak bangun tengah malam, tepat ketika ia baru saja terlelap, meski ada suami yang mencintainya sepenuh hati sepenuh jiwa. Seorang suami yang bukan hanya memberikan harta, lebih dari itu memberikan perhatian dan kesediaannya berbagi.

‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha menangis kagum kepada suaminya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena perhatiannya yang lembut? Sebagaimana dinukil Ibnu Katsir, ‘Aisyah menangis seraya berucap, “Kaana kullu amrihi ‘ajaba (Ah, semuanya menakjubkan bagiku),” tatkala ditanya tentang apa yang paling berkesan baginya dari Rasulullah. Ia kemudian bertutur tentang bagaimana Rasulullah meminta izin kepadanya untuk qiyamul-lail. Hanya itu. Tetapi perkara yang kecil itu tak akan hadir jika tak ada perhatian yang besar.

manfat aset

Memilih Buku Bergizi untuk Anak

E-mail Print PDF
Buku bergizi berbeda dengan buku yang menarik. Sekedar menarik saja tidak cukup sebagai alasan untuk memilih buat anak kita

oleh Mohammad Fauzil Adhim*

Aku Bisa Pakai Kaos Kaki Sendiri. Begitu judul salah satu buku kesukaan anak saya –yang sekarang sudah tidak berbentuk lagi. Buku itu saya beli sewaktu jalan-jalan dengan anak saya yang ketiga, Muhammad Hibatillah Hasanin. Di rumah, kami memang biasa menjadikan toko buku sebagai tempat jalan-jalan, tujuan rekreasi, dan sekaligus sebagai hadiah terindah bagi anak-anak. Meskipun kadang saya harus belajar menahan diri untuk tidak membeli setiap buku yang menarik, tetapi toko buku tetap menjadi tempat rekreasi terindah.

Kalau ada buku bagus seperti itu, biasanya mereka minta ibunya membacakan. Kadang lampu sudah dimatikan pun mereka masih bersemangat minta dibacakan buku. Sekarang yang lagi semangat-semangatnya membaca adalah Muhammad Nashiruddin An-Nadwi, anak keempat kami yang usianya dua tahun satu bulan. Kadang-kadang bi­ngung juga menghadapinya. Mata sudah mengantuk, lampu sudah dimatikan, tetapi Owi –begitu kami biasa memanggil—masih saja minta dibacakan buku. Apalagi kalau kakaknya turut serta minta dibacakan. Untunglah si sulung, Fathimah, sudah bisa mengajari adik-adiknya sekarang. Sering kalau ada buku bagus, Fathimah yang membacakan buku untuk adik-adiknya. Atau kadang Fathimah membaca buku untuk dirinya sendiri, kemudian adiknya datang ikut nimbrung mendengarkan.

Alhamdulillah, Fathimah sudah lancar membaca semenjak ia masih belajar di Ta­man Kanak-kanak. Tepatnya di TKIT Salman Al-Farisi Warungboto, Yogyakarta. Sekarang usianya tepat enam tahun, duduk di kelas satu SDIT Salman Al-Farisi Klebengan, Yogya­karta. Banyak buku yang ia sukai. Salah satunya adalah seri Ensiklopedi Bocah Muslim. Buku ini merupakan salah satu favorit anak-anak. Saking favoritnya, seri 15 Ensiklopedi Bocah Muslim sudah rusak. Padahal kami beli belum terlalu lama. Owi rupanya meman­faatkan ensiklopedi ini sebagai buku mewarnai. Sementara ia biasa menggoreskan crayon dengan kekuatan penuh.

Ada cerita tersendiri tentang Ensiklopedi Bocah Muslim ini. Sebelum beredar, saya sudah mendengar kabar dari Mas Ali Muakhir –editor di penerbit DAR! Mizan yang menerbitkan ensiklopedi tersebut. Waktu itu saya sedang berada di Bandung. Begitu pu­lang ke Yogya, saya ceritakan kabar dari Mas Ali ini kepada istri saya maupun kepada Fathimah dan adik-adiknya. Antusias sekali mereka. Apalagi ketika saya mendapat undangan peluncuran buku ini di Jakarta. Meskipun saya tidak bisa hadir, tetapi gambar di kartu undangan telah merangsang rasa ingin tahu mereka.

Bulan Maret 2004, ada Islamic Book Fair di Yogya­karta. Salah satu stand men­jual ensiklopedi tersebut. Se­gera saja kami berunding. Fa­thimah punya celengan uang receh di rumah. Adik-adiknya punya celengan juga. Mereka berunding dan sepakat memecah semua celengan mereka. Terkumpullah uang yang membuat mata mereka berbinar-binar. “Wow, Pak. Banyak sekali!” kata Husain, anak saya yang kedua. Tapi uang sejumlah itu tetap masih kurang. Oh, ada tabungan Fathimah di sekolah. Kalau diambil mungkin men­cukupi.

Esoknya tabungan itu diambil dan ternyata masih belum cukup. Lalu Fathimah berkata, “Ibu, bagaimana? Aku kepingin beli ensiklopedi.” Lalu Fathimah dan ibunya berbicara dengan saya, minta supaya ditambah dengan uang saya. Alhamdulillah, ada rezeki. Bisa buat menutupi kekurangan. Ensiklopedi pun kami beli saat itu (Fathim, alhamdulillah ya, Nak. Kita punya sesuatu yang lebih baik daripada TV. Ensi­klopedi harganya lebih mahal, lho daripada TV).

Kembali ke soal buku Aku Bisa Pakai Kaos Kaki Sendiri. Hasanin segera saja memperoleh kegembiraan tersendiri ketika buku itu dibacakan ibunya. Saudara-saudara­nya ikut serta. Mereka berkumpul melingkar, mengitari kaki ibunya. Mereka terpingkal-pingkal mendengar cerita tentang kaos kaki yang dipakai terbalik. Mereka bergembira. Dan yang lebih menggembirakan saya, Husain dan Hasanin bersemangat pakai kaos kaki sendiri. Tapi di rumah, anak laki-laki tidak biasa pakai kaos kaki–sebagaimana saya sen­diri tidak biasa memakainya. Mereka kemudian belajar pakai celana sendiri dan baju sendiri–ketika itu usia Hasanin belum mencapai tiga tahun. Dan uff… jatuh. Dua kaki masuk satu lubang. Tentu saja sulit bergerak. Dan karena tidak seimbang, segera saja Hasanin terjatuh. Dan lihat apa yang terjadi dengan kakaknya? Rupanya Husain juga demikian. Jadilah mereka saling tertawa.

O ya, masih ada buku lain yang kami beli pada kesempatan berikutnya. Aku Be­rani Minum Obat. Buku tipis ini memberi manfaat yang besar. Saya tidak tahu pasti apakah anak saya terpengaruh oleh buku ini atau terpengaruh oleh cara ibunya meminumkan obat yang cerdas dan menarik. Yang jelas kami syukuri, Owi sangat mudah diminumi obat. Sejak usianya belum satu setengah tahun, ia begitu mudah menerima obat yang disodorkan kepadanya. Kalau pahit? Ia akan segera meminta segelas teh.

Banyak pengalaman menarik dari kegiatan sehari-hari bergaul dengan buku. Membaca buku Aku Sayang Adik (DAR! Mizan), Fathimah menjadi lebih sayang dengan adik-adiknya. Fathimah suka menggendong adiknya, mengajaknya bermain, dan mendiam­kannya apabila menangis.

Ada buku-buku lain yang mengesankan. Tetapi pada kesempatan kali ini, biarlah saya mencukup­kan cerita saya sampai di sini. Ada yang lebih penting un­tuk saya sampaikan. Mengingat begitu kuatnya pengaruh buku –lebih-lebih pada masa kanak-kanak—maka penting seka­li kita perhatikan nilai gizi buku untuk anak-anak kita. Ibarat makanan, kandungan gizi buku sangat meme­ngaruhi cara berpikir, bersikap, dan bertindak anak. Inilah yang sangat perlu kita perhatikan mengingat usia-usia me­reka merupakan masa paling strategis untuk membangun fondasi kepribadian, termasuk di dalamnya fondasi para­digma berpikir, bersikap dan bertindak. Pada masa-masa ini pula kepekaan emosi anak sangat efektif un­tuk diasah atau justru ditumpulkan.

Kalau David Shenk menggambarkan sebagian besar informasi yang beredar di era informasi sekarang ini sebagai kotoran dan buangan seperti tercermin dalam judul bukunya Data Smog (Ko­toran Data); dan kotoran itu menyebabkan kita mengalami brain meltdown (penurunan kemampuan otak), maka bagaimana lagi jika anak-anak yang–ibarat komputer—operating system-nya belum terbangun kokoh? Sama seperti bayi yang perlu dilindungi dengan memberi makanan terbaik berupa ASI, anak-anak kita yang masih lucu-lucunya itu juga perlu kita lindungi kesehatan pikiran dan mentalnya dengan hanya memberi bacaan-ba­caan bergizi. Melalui bacaan-bacaan bergizi tersebut, mereka akan memiliki kekuatan yang kokoh, imunitas yang tangguh dan rangsangan berpikir maupun mental yang kaya.

Buku bergizi berbeda dengan buku yang menarik. Sekedar menarik saja tidak cukup sebagai alasan untuk memilih buat anak kita. Tetapi buku bergizi yang tidak menarik, sulit membuat anak bergairah membacanya, kecuali kalau orangtua menunjukkan antusiasmenya yang besar atau anak memang sudah gila membaca. Pada sebagian buku yang benar-benar bergizi, baik tulisan maupun ilustrasi benar-benar merangsang pikiran, perasaan dan imajinasi anak.

Kamis, 16 September 2010

kilasannn

Berikut beberapa tips bagaimana cara
mengasah kecerdasan emosi:

1. Selalu hidup dengan keberanian.

    Latihan dan berani mencoba hal-hal baru
    akan memberikan beragam pengalaman dan
    membuka pikiran dengan berbagai
    kemungkinan lain dalam hidup.

2. Selalu bertanggung jawab dalam
    segala hal.


    Ini akan menjadi jalan untuk bisa
    mendapatkan kepercayaan orang lain dan
    mengendalikan kita untuk tidak mudah
    menyerah. "being accountable is being
    dependable"


3. Berani keluar dari zona nyaman.

    Mencoba keluar dari zona nyaman akan
    membuat kita bisa mengeksplorasi banyak
    hal.

4. Mengenali rasa takut dan mencoba
    untuk menghadapinya.


    Melakukan hal ini akan membangun rasa
    percaya diri dan dapat menjadi jaminan
    bahwa segala sesuatu pasti ada
    solusinya.

5. Bersikap rendah hati.

    Mau mengakui kesalahan dalam hidup
    justru dapat meningkatkan harga diri
    kita.

So, kuasailah kecerdasan emosi Wawan!

Karena mengendalikan emosi merupakan
salah satu faktor penting yang bisa
mengendalikan Wawan menuju sukses dan
juga menikmati warna-warni kehidupan. :-)

Banyak Teman Dapat Memperpanjang umur

 

Aribowo Suprayogi
15/09/2010 06:20 | Info Kesehatan
Liputan6.com, London: Berbahagialah anda yang memiliki keluarga dan banyak teman, sebab satu penelitian baru menemukan bahwa mereka yang dikelilingi oleh keluarga dan teman, kemungkinan mengalami kematian dini 50 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak memiliki kehidupan sosial.

Berdasarkan laporan yang dipublikasikan Senin (13/9), seperti dikutip Daily Mail, orang yang memiliki kehidupan sosial memiliki rata-rata hidup 3,7 tahun lebih lama. Para peneliti mengklaim efek dari teman sebanding dengan efek berhenti merokok. Penelitian itu menemukan, penyendiri dengan sedikit dukungan sosial memiliki tingkat kematian setinggi alkoholik, dan bahkan lebih tinggi dari pegaruh obesitas atau kemalasan fisik.

Para peneliti menganalisis data dari 148 penelitian selama tiga dekade dan melibatkan lebih dari 300.000 orang. "Teman-teman dan orang yang mendukung bisa membuat hidup lebih mudah pada dasarnya, tingkat sehari- hari," kata Bert Uchino profesor dibalik penelitian. "Mereka bisa meminjamkan anda uang, menawarkan lift atau mengasuh bayi anda. Mereka juga mendorong anda untuk memiliki gaya hidup sehat yang lebih baik, mengunjungi dokter, rajin olahraga. Mereka juga secara tidak langsung membantu anda dengan membuat anda merasa anda memiliki sesuatu untuk hidup."

Dia mengatakan dukungan emosional yang diterima dari teman-teman dan orang yang dicintai bisa membantu anda memikirkan masalah dalam cara mengurangi keseriusan atau bahkan membuatnya menjada bukan masalah. Peneliti dari Brigham Young University di Utah dan University of North Carolina menunjukkan bahwa kaitan antara kematian dan kesendirian diterapkan pada pria dan wanita dari segala usia, tanpa memedulikan kondisi kesehatan mereka.

Beberapa penelitian mengukur kesehatan orang-orang yang hidup sendiri dibandingkan mereka yang hidup dengan keluarga. Beberapa mengecek jumlah teman dan jangkauannya di mana mereka merasa berkontribusi pada komunitas mereka. Dalam satu tes, subyek memakai peralatan untuk memantau tekanan darah mereka dan diminta untuk mengisi buku harian. Mereka yang menulis mengenai lebih peduli berakhir dengan tekanan darah yan glebih rendah daripada mereka yang mengeluh mengenai kurang dukungan.

"Sebagai manusia, kita memiliki bayak sistem pengaturan berbeda- tekanan darah, metabolisme, hormon stres. Ada data yang menunjukkan semua sistem ini dipengaruhi oleh hubungan sosial.," kata Teresa Ellen Seeman, profesor pengobatan di UCLA School of Public Health. "Orang-orang yang melaporkan hubungan yang lebih mendukung dan positif memiliki tekanan darah lebih rendah, tingkat kolesterol lebih rendah, metabolisme glukosa yang lebih baik dan berbagai tingkat hormon stres yang lebih rendah," tambah Seeman.

Dr Antonio Gomez, dari University of California, mengatakan satu pertanyaan kunci yang tidak terjawab oleh peneliti adalah apakah jejaring sosial online memiliki dampak pada kematian. (DA/Ant)

tips

Kanker Kulit Dapat Disembuhkan  

Desliana Carolina
16/09/2010 14:50 | Kanker
Liputan6.com, California: Penelitian yang dilakukan di California, Amerika Serikat menunjukkan titik terang bagi para penderita kanker kulit. Hasil penelitian mampu menciptakan obat yang dapat menghambat dan memblokir efek dari mutasi gen, B-RAF, yang dapat menyebabkan kanker kulit ganas atau melanoma.

Kanker yang disebabkan gen yang bermutasi, protein pun menjadi terlalu aktif sehingga memicu pertumbuhan sel kanker. Ketika BRAF yang bermutasi diberi obat bernama PLX4032, proses mutasi pun terhambat dan ukuran tumor menyusut. Hasil penelitian menunjukkan 30 persen dari total 32 pasien massa tumornya mengecil, bahkan dua diantaranya sembuh total.

Peneliti sampai saat ini belum bisa memastikan obat ini dapat menjadi solusi untuk masalah kanker melanoma, sebelum mempertimbangkan kembali efek sampingnya. "Kami semakin dekat dengan tujuan kami, mengetahui penyebab utama penyakit mematikan ini," kata Profesor Mark Stratton, Direktur Lembaga Penelitian Wellcome Trust Sanger di California, Rabu (15/9).

Melanoma adalah sejenis kanker berbahaya yang bersifat agresif dan menyebar dengan cepat. Kanker ini timbul di sel-sel yang memproduksi pigmen melanin, yaitu pemberi warna pada kulit. Melanoma diketahui lebih mematikan jika muncul di area kulit kepala atau leher.(Telegraph/AYB)

kaffar

Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan

Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) silam.
Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang sebagian besar dari media.
Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.
Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan tidak etis.
Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.

gemerlap

Semarak Hari Raya di Negeri Seribu Menara

E-mail Print PDF
Tak ada takbir keliling atau takbiran. Yang ada banjir suara Mercon dan keramahtamahan rakyat Mesir
 Hidayatullah.com--Menjelang hari raya, di Indonesia sangat semarak dengan gema takbirnya, yang secara serentak bersuara hampir di seluruh kampung dan pelosok negeri.

Takbiran di Indonesia cukup banyak coraknya, mulai dari sekedar memutar kaset takbiran di kedai atau toko-toko; bertakbiran di serambi-serambi masjid sembari memukul tabuh. Namun yang lebih semarak dan heboh adalah takbir keliling kampung baik berjalan kaki maupun dengan mobil.

Biasanya rute mereka adalah masuk kampung keluar kampung, namun mereka yang menggunakan kendaraan biasanya akan keliling kota. Jadi Idul fitri terasa lebih meriah dan semarak.

Sesuai kata pepatah, lain lubuk lain pula ikannya. Setiap negeri mempunyai cara dan kekhasan sendiri menyambut Idul Fitri. Begitu juga halnya dengan Mesir. Kalau soal takbiran malam-malam menjelang Idul Fitri tidak begitu semarak, apalagi takbiran keliling dapat dibilang tidak ada.

Kalau pun ada, itu hanya dihidupkan oleh komunitas asing, seperti mahasiswa Indonesia dan Malaysia di sini. Malam menjelang Idul Fitri biasanya Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir mengelar lomba takbiran antara kekeluargaan (pronvinsi).

Ketiadaan gema takbir layaknya Indonesia di Mesir, saya lihat tidak lebih karena faktor keamanan. Sebab pihak keamanan di Mesir sangat melarang adanya kumpulan atau gerombolan orang yang beraktivitas di malam hari. Jadi, suara takbir hanya menggema di masjid-masjid saja.

Hiburan Petasan

Di saat Ramadan, mercon atau petasan cukup banyak digemari oleh anak muda Mesir. Terutama saat hari Raya Idul Fitri datang. Suara mercon terbang atau mercon kupu-kupu dengan daya ledak keras cukup sering terdengar. Tidak ayal, kalau suara ledakan itu mengusik ketenangan dan membuat kita terkejut. Berbeda dengan di Indonesia yang sangat melarang petasan karena sering menimbulkan korban. Di Mesir UU semacam itu tampaknya belum ada. Yang jelas ketika hari raya menyapa, mercon dan petasan masih menjadi hiburan andalan anak-anak muda di Mesir.

Tradisi saling mengantarkan hidangan dan angpao di Hari Raya dapat dibilang tidak begitu terlihat. Budaya itu hanya ramai saya temukan di hari-hari bulan Ramadan. Begitu juga halnya dengan tradisi membuat kue menjelang Idul Fitri, bisa dibilang jarang dilakoni masyarakat Mesir. Kebanyakan mereka lebih suka membeli menu lebaran siap jadi dari toko-toko kue atau supermarket. Terlebih di kota Kairo, toko-toko menjual aneka jenis kue lebaran sudah menjamur sejak Ramadan tiba. Belum lagi kedai-kedai roti gandum yang sudah beroperasional sejak lama di setiap distrik, biasanya menjelang Hari Raya mereka juga menyiapkan menu khusus lebaran.

Mesir sangat terkenal dengan keramahan dan sikap pemaafnya. Lantas bagaimana ekspresi saling memaafan di antara mereka ketika Idul Fitri? Sangat luar biasa. Itu yang dapat saya ungkapkan mewakili keindahan mereka ketika bermaaf-maafan.

Baik kalangan muda maupun lansia akan saling berpelukan badan dan pipi kalau lagi bermaafan. Beda lagi kalau wanita sesama wanita, biasanya pelukan kiri dan kanan itu bisa diulang sampai dua sampai empat kali. Sikap seperti itu tidak hanya mereka lakukan sesama orang Mesir, tapi ketika mereka bertemu dengan orang asing atau WNI yang sudah lama mereka kenal mereka tidak segan-segan memeluk dan menciumnya.

Sebuah tradisi spesial Hari Raya di Mesir adalah pembagian hadiah buat anak-anak. Hadiah yang berisi berbagai macam mainan anak kecil dan makanan: coklat, wafer, kue dll. dikemas di dalam sebuah plastik. Hadiah itu biasanya disiapkan oleh pengurus masjid atau panitia shalat Id sehari menjelang Hari Raya.

Hadiah yang disiapkan tidak tanggung-tanggung, kalau masjid ukuran besar pasti mereka akan menyiapkan dalam jumlah besar. Saat shalat Id selesai anak-akan maka anak-anak akan berhamburan mengejar goni-goni hadiah yang terletak di dekat pintu masjid. Kalau shalat Idul Fitrinya di lapangan maka pembagian hadiah menyebar di sudut-sudut lapangan.

Wah, pembagian seperti ini selalu sangat ramai, anak-anak sangat antusias dan gembira berebut hadiah; saling berusaha menembus keramaian anak-anak lainnya. Anak-anak telah mendapat satu bungkus hadiah itu akan berlarian dengan senyum tawa. Keadaan terasa semakin semarak. Terlebih lagi, orangtua tidak melarang anak-anak mereka ikut bergabung di keramaian itu bahkan mereka memotivasinya. Biasanya orang-orangtua dan lansia akan tersenyum-senyum simpul melihat parade anak-anak itu. Pemandangan yang cukup menghibur.

Saat Hari Raya datang, kebanyakan orang Mesir menghabiskan waktu mereka bertamasya ke sejumlah objek wisata, seperti taman, kebun binatang, pantai dll bersama sanak keluarga.

Di Kairo, tradisi saling mengunjungi tetangga untuk bersilaturrahim tidak begitu menggeliat, layaknya di Tanar Air. Yang jelas orang Mesir di Kairo hanya tumpah ruah saat shalat Id, selepas itu mereka banyak menghabiskan waktu di flat atau mudik ke kampung halaman. Kondisi ini membuat pemandangan kota sangat lengang di Hari Raya. Jalan-jalan utama kota Kairo seperti mati. Jalanan seperti  Shalah Salim, Attaba, Tahrir, Abbasia, Al-Azhar, dan Mohandessin ikut sepi. WNI yang pertama kali melalui Idul Fitri di Mesir pasti akan terheran-heran kelengan itu.  [Owen Putra, sedang merampungkan S1 di Universitas Al-Azhar, Fakultas Ushuluddin, Jur. Tafsir dan Ulumul Quran/hidayatullah.com
 

Minggu, 05 September 2010

reff

Mayat Termutilasi Ditemukan di Lapangan Golf

Liputan6.com, Brighton: Sesosok mayat dalam kondisi terbakar hebat dan termutilasi ditemukan di lapangan golf Dyke Golf Club di Brigton, Inggris, Sabtu (4/9) waktu setempat. Mayat yang kehilangan satu kaki itu tergeletak di semak belukar di antara lubang golf nomor 17 dan 18.
Para pegolf pun terpaksa menghentikan permainan mereka. Kepala Detektif Inspektur Trevor Bowles mengatakan belum dapat mengonfirmasi jenis kelamin maupun umur korban. "Penyelidikan ini masih berada di tahap awal," ujar Bowles. "Kami akan mencari barang bukti serta menginterogasi sejumlah saksi mata."
Bowles beserta tim forensik hendak memastikan kaki korban hilang sebelum atau sesudah kematian terjadi. Lantaran itulah, jenazah korban belum dapat dipindahkan karena penyelidikan masih terus berlanjut.
"Permainan golf biasa dilakukan pada pagi hari dan pada saat mayat ditemukan orang sudah banyak berkumpul di sana," ucap Mark Stuart-William, pemimpin Dyke Golf Club. "Saat ini jalan menuju klub ditu

fazzt

Bagi Hawking, Dalil Ilmiah adalah "Tuhan"

Stephen Hawking
VIVAnews - Teori fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, bahwa Tuhan tidak ada sangkut pautnya dengan penciptaan alam semesta telah mengundang reaksi keras dari kaum rohaniwan di Inggris. Menurut mereka, teori Hawking itu tidak bisa diterima sebagai kebenaran apalagi sampai mengusik keimanan orang lain.
Kepala Gereja Kristen Anglikan, Rowan Williams, tidak bisa menerima argumen Hawking bahwa alam semesta bisa tercipta tanpa campur tangan Tuhan. Menurut Williams, manusia sejak dahulu percaya bahwa Tuhan menciptakan semesta.
"Percaya kepada Tuhan bukan sekadar mengisi kekosongan dalam menjelaskan bagaimana suatu hal terkait dengan hal lain di dalam alam semesta," kata Williams dalam majalah "Eureka" terbitan harian The Times.
"Kepercayaan itulah yang menjelaskan bahwa ada suatu unsur yang pintar dan hidup dimana segala sesuatu pada akhirnya bergantung pada keberadaannya," lanjut Williams yang komentarnya juga dikutip laman harian The Telegraph, Jumat 3 September 2010.
"Ilmu fisika dengan sendirinya tidak akan menjawab pertanyaan mengapa ada ketimbang tiada," lanjut Williams. Dia mengritik pernyataan Hawking bahwa,"Karena ada hukum seperti gravitasi, alam semesta bisa dan akan tercipta sendiri."
Williams pun tidak habis pikir dengan pernyataan ilmuwan berusia 68 tahun itu bahwa "Kreasi yang spontan merupakan alasan mengapa ada ketimbang tiada, mengapa alam semesta ada, mengapa kita ada."
Selain Williams, kritik juga muncul dari pemuka agama lain, seperti Pemimpin Gereja Katolik Roma di Inggris, Lord Sacks, dan Ibrahim Mogra, Ketua Dewan Muslim Inggris. Kepada The Times, Lord Sacks menilai bahwa ilmu pengetahuan merupakan suatu penjelasan, sedangkan agama adalah menyangkut tafsiran.

Melalui buku barunya yang akan terbit 9 September mendatang, "The Grand Design," Hawking mementahkan keyakinan Isaac Newton - dan juga pandangan Hawking sendiri - bahwa jagat raya termasuk Bumi terbentuk akibat campur tangan ilahi.
Dalam ringkasan buku yang pertama kali diterbitkan harian Inggris, The Times, Hawking menantang teori Newton bahwa alam semesta pastinya didesain oleh Tuhan karena tidak mungkin muncul dari fenomena chaos. Buku terbaru itu ditulis Hawking bersama fisikawan Amerika, Leonard Mlodinow.
Bukan kali ini saja Hawking mengesampingkan konsep Tuhan dalam mengemukakan teorinya. Dalam wawancara dengan stasiun televisi Inggris, Channel 4, Juni lalu, Hawking mengaku tidak percaya bahwa ada Tuhan secara "personal."
"Pertanyaannya adalah, apakah demikian caranya alam semesta mulai dipilih oleh Tuhan bagi alasan-alasan yang kita tidak bisa pahami, atau apakah itu ditentukan oleh suatu dalil ilmiah?" Saya percaya yang kedua," kata Hawking saat itu dalam program acara "Genius of Britain."
"Bila kalian mau, kalian bisa menyebut dalil-dalil ilmiah itu 'Tuhan.' Namun bukan seperti suatu Tuhan yang personal yang bisa kalian temui dan kalian tanya," lanjut Hawking.